KANTOR HUKUM

Kantor Hukum Advokat Keluarga

Cara Cepat Dan Syarat Mengurus Perceraian Agama Kristen, Katolik, Protestan, Hindu, Budha Dan Khonghucu

Bingung untu mengurus perceraian di Pengadilan Negeri? Gak usah bingung Sob, Bang jaya Mau Informasikan nih caranya.

Cara dan syarat mengurus perceraian agama kristen protestan katolik, hindu, buddha dan khonghucu karena dalam aturannya pengajuan perceraian bagi non muslim di Indonesia semuanya diajukan ke pengadilan negeri, sedangkan untuk pembuatan akte cerainya diurus di catatan sipil.

Sebaiknya Sob, pengajuan permohonan Cerai di pengadilan Negeri ini diajukan secara langsung oleh Sobat sendiri. Dan jika Sobat tidak mau repot ngurus segala sesuatunya, silahkan Sobat serahkan saja ke pengacara. Biarkan pengacara mengerjakan segala sesuatunya untuk Sobat dan Sobat tinggal terima beres saja.

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai mengurus perceraian agama kristen protestan katolik, hindu, buddha dan khonghucu bang Jaya akan nagsih langkah-langkahnya sebagai berikut:

1. Datangi kantor pengadilan negeri domisili tergugat atau silahkan hubungi kuasa hukum / pengacara perceraian pilihan Sobat dengan membawa persyaratan-persyaratan dokumen sebagai berikut :

§ KTP

§ Kutipan Akta Perkawinan (Akte nikah)

§ Akta Kelahiran Anak (Jika ada anak)

§ Kartu Keluarga

§ Surat Gugatan Cerai

2. Jika belum bisa membuat surat gugatan cerai, silahkan minta bantu dibuatkan di Pengadilan. Jika dikuasakan ke Pengacara, surat gugatan cerai pasti dibuatkan oleh Pengacara, yang penting Sobat utarakan dengan jujur permasalahan rumahtangga Sobat ke pihak Pengacara.

3. Silahkan daftarkan perkara perceraian Sobat dan jangan lupa untuk membayar biaya perkara. Jika Sobat menguasakan ke pengacara, biarkan saja pengacara dan timnya yang urus.

4. Tunggu surat panggilan sidang dari pengadilan. Jika sudah ada panggilan, silahkan datang pada jadwal sidang yang ditentukan.

5. Ikuti semua persidangan dari sidang pertama sampai sidang terakhir. Jumlah atau banyaknya sidang tidak bisa ditentukan. Yang penting, setiap ada jadwal sidang, hadir saja. Jika dikuasakan ke pengacara, komunikasikan saja ke pengacara apakah agan sista perlu hadir sidang atau tidak dan kalau perlu hadir sidang, tanyakan saja di sidang yang keberapa.

6. Jika perkara perceraian sudah diputuskan oleh pengadilan dan sudah berkekuatan hukum tetap, silahkan daftarkan ke catatan sipil untuk dibuatkan akta cerainya dengan membawa salinan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, kutipan akta perkawinan, ktp dan kartu keluarga suami istri. Bagi warga asing, silahkan sertakan paspor dan dokumen imigrasi.

7. Jangan lupa untuk membayar biaya retribusi di catatan sipil.

8. Setelah itu, tinggal tunggu saja akta cerainya selesai. Biasanya dalam waktu kira-kira satu minggu, akta cerai sudah selesai dibuat dan bisa diambil.

Demikianlah cara dan syarat mengurus perceraian agama kristen dan non muslim lainnya yang dapat bang jaya informasikan. Intinya, bagi yang beragama kristen protestan, katolik, hindu, buddha atau khonghucu, perceraian harus diajukan ke pengadilan negeri yang sesuai dengan domisili tergugat. Setelah proses perceraian di pengadilan selesai (putusannya berkekuatan hukum tetap), silahkan ajukan pembuatan akta cerainya ke catatan sipil dengan membawa syarat-syarat yang sudah dijelaskan.

One Response

Leave a Reply