KANTOR HUKUM

Kantor Hukum Advokat Keluarga

Hak Asuh Anak Jika Istri Menggugat Cerai

Dalam sebuah kasus perceraian memang ada berbagai kondisi yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah mengenai hak asuh anak jika istri menggugat cerai. Jika istri menggugat cerai maka untuk hak asuh anak juga menjadi perhatian selanjutnya dan di Indonesia tentunya sudah ada aturan khusus yang mengatur mengenai hal tersebut dan perlu untuk anda ketahui.

Hukum Hak Asuh Anak

Secara umum memang ada aturan bahwa untuk anak yang masih di bawah umur atau secara hukum barat masih belum berusia 21 tahun maka hak asuhnya akan jatuh ke tangan istri atau ibunya. Namun suami atau ayah bisa mengajukan mengenai hak asuh hanya jika memang terbukti sang ibu lalai dalam menjaga atau memberikan pemeliharaan yang baik pada anaknya. Namun tentu saja tidak bisa serta merta hak asuh anak bisa berpindah ke ayah begitu saja.

Aturan tersebut memang selama ini digunakan namun ternyata tidak mutlak. Jika di usia belasan atau memang belum mencapai 21 tahun tetapi sang anak sudah bisa memutuskan sendiri ingin tinggal dengan ayah atau ibunya maka hak asuh bisa berpindah. Maka mengenai hak asuh anak jika istri menggugat cerai tetap mengikuti aturan yang berlaku bergantung pada usia si anak dan beberapa pertimbangan lainnya terkait bagaimana ibu memberikan perhatian dan pemeliharaan semaksimal mungkin untuk anaknya.

Perkawinan Dalam Undang-Undang

Pada pasal 38 UU Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, sebuah perkawinan dapat putus karena kematian atau perceraian atas keputusan pengadilan. Pada pasal 41 menjelaskan bahwa ada akibat dari perceraian yang harus diketahui oleh kedua belah pihak yaitu sebagai berikut :

  • Ayah dan ibu tetap bertanggung jawab untuk memelihara dan mendidik anak-anaknya dengan baik untuk kepentingan anak-anak. Jika sampai terjadi perselisihan terkait penguasaan terhadap anak, maka pengadilan yang akan membuat keputusan
  • Ayah masih bertanggungjawab untuk memberikan biaya pemeliharaan dan pendidikan yang diperlukan sang anak
  • Pengadilan bisa mewajibkan kepada bekas suami dalam memberikan biaya penghidupan atau juga memberikan kewajiban tertentu untuk bekas istri. Hal tersebut harus ditaati dengan baik oleh kedua belah pihak sesuai keputusan pengadilan

Mengenai hak asuh anak, baik ayah maupun ibu bisa dicabut haknya jika sampai melalaikan kewajiban terhadap pemeliharaan anaknya atau memiliki kelakuan yang buruk serta sudah terbukti benar. Sehingga siapapun yang mengajukan perceraian, maka masalah hak asuh anak akan kembali pada peraturan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia selama keduanya memang masih memenuhi tanggungjawabnya sebaik mungkin pada anak-anak setelah perceraian terjadi. Jadi mengenai hak asuh anak jika istri menggugat cerai bisa bertahan pada ibu jika anak masih dibawah 18 tahun dengan pertimbangan.

Leave a Reply