KANTOR HUKUM

Kantor Hukum Advokat Keluarga

Hak Asuh Anak Jika Istri Selingkuh

Perselingkuhan memang bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya perceraian, maka pertimbangan mengenai hak asuh anak jika istri selingkuh perlu diperhatikan. Pengajuan hak asuh anak baik oleh ayah atau ibunya memang dalam memberikan keputusan, pengadilan akan melakukan beragam pertimbangan. Sehingga nanti keputusan yang diambil adalah terbaik untuk semua pihak dan tetap menjaga kebaikan anak setelah perceraian terjadi.

Hak Asuh Anak Jika Perceraian Karena Perselingkuhan

Dalam kompilasi hukum Islam dan aturan yang juga banyak digunakan, mengenai hak asuh anak setelah perceraian terbagi menjadi 3 hal yang perlu diperhatikan, yaitu :

  • Pemeliharaan anak untuk yang belum mumayyiz atau di bawah umur 12 tahun akan menjadi hak ibunya untuk mengasuh
  • Ketika anak sudah mumayyiz maka diserahkan pada anak itu sendiri untuk memutuskan siapa yang memiliki hak atas pemeliharaannya
  • Ayah akan menanggung beban biaya pemeliharaan anak setelah perceraian

Dari aturan tersebut tentunya sudah jelas dasar penentuan hak asuh anak setelah perceraian akan jatuh kepada siapa. Jika memang alasan perceraian adalah perselingkuhan yang dilakukan istri maka harus dibuktikan kebenarannya terlebih dahulu adanya perselingkuhan yang terjadi. Meskipun memang benar, maka mengenai hak asuh anak jika istri menggugat cerai tidak akan berpengaruh asalkan memang si ibu benar-benar memelihara anaknya dengan baik. Meskipun berselingkuh tetapi memang kebutuhan anak-anak tidak pernah kurang, kasih sayang dan pendidikan juga tetap diberikan dengan baik maka tidak ada alasan bagi ayah untuk mengambil hak asuh tersebut dari ibunya.

Alasan Ibu Kehilangan Hak Asuh Anak

Setelah putusan perceraian maka mengenai hak asuh anak tentu saja pengadilan harus menjamin adanya keamanan dan kenyamanan anak saat bersama salah satu dari orang tuanya. Selama ini, memang untuk anak yang dianggap belum dewasa akan tinggal bersama ibunya sebagai pemilik hak asuh. Namun ternyata ada beberapa hal yang dapat membuat seorang ibu kehilangan hak asuh atas anaknya yaitu sebagai berikut.

  • Si ibu mendapatkan hukuman penjara karena kasus apapun sehingga harus meninggalkan anaknya, maka hak asuh bisa berpindah pada ayahnya
  • Menjadi seorang penjudi, pemabuk dan kondisi kebiasaan buruk lainnya yang memang sulit untuk disembuhkan
  • Melakukan kekejaman serta penganiayaan berat
  • Meninggalkan begitu saja tanpa ijin dan alasan yang jelas

Selain beberapa hal tersebut ada juga berbagai alasan lain yang bisa membuat ibu kehilangan hak asuh terutama untuk hal yang memang dapat membahayakan keselamatan dari anaknya baik secara fisik maupun psikologis. Dengan begitu, tidak mutlak hak asuh jatuh ke tangan ibunya karena masih ada berbagai pertimbangan lainnya yang perlu diperhatikan pihak pengadilan. Maka mengenai hak asuh anak jika istri menggugat cerai tidak berpengaruh.

2 Comments

Leave a Reply