KANTOR HUKUM

Kantor Hukum Advokat Keluarga

Hak Asuh Anak

Hak asuh anak – sisa dari masalah perceraian yang dilakukan orang tua adalah masalah pembagian harta gono gini dan juga perebutan hak asuh anak. Orang tua terkadang lupa bahwa yang sebenarnya menjadi korban adalah anak-anak mereka. Yang pertama kali dirasakan anak pastilah kehilangan satu sosok di antara orang tuanya, selanjutnya mentalnya pun menjadi rapuh, kemudian bisa stress, mungkin ada kemungkinan lebih buruk lainnya yang bisa di alami anak. Untuk itu sebelum bercerai sebaiknya benar-benar dipikirkan dulu karena akan mempengaruhi kehidupan anak.

Setelah perceraian biasanya hak asuh anak jatuh ke pihak istri jika anak itu berusia dibawah 18 tahun, namun jika sudah cukup umur anak itu bebas menentukan mau ikut ayah atau ibunya. Sebenarnya, baik ayah atau ibu tetap berkewajiban mendidik dan memelihara anaknya, ayah harus bertanggung jawab atas semua biaya hidup anaknya kepada istrinya, dan pengadilan yang dapat memutuskan bahwa mantan suami berkewajiban memberi nafkah materi kepada mantan istri. Jika melalui pengadilan ada syarat-syarat yang harus dipenuhi.

Persyaratan pengajuan hak asuh anak

  1. Mempunyai akte kelahiran
  2. Harus pernah mengasuh selama 6 bulan
  3. Melampirkan KK, KTP suami istri asli, KTP pemohon (suami istri)
  4. SKCK dari kepolisian setempat
  5. Melampirkan surat keterangan sehat.

Islam memberlakukan hukum hak asuh anak ini, Jika orang tua bercerai dan lebih mementingkan kepentingan mereka tanpa perduli dengan apa yang dirasakan anak, itu yang dijaga agar jangan sampai terjadi, kehidupan anak menjadi sia-sia. Namun negara juga sangat menjujung tinggi perlindungan kepada anak, sampai ada lembaga khusus yang menanganinya.

Diutamakan, hak asuh anak jatuh kepada istri, dikarenakan seorang istri dianggap memiliki kasih sayang yang berlebih ketimbang sang ayah. Ibu lebih sering menghabiskan waktu bersama anak mulai dari kelahirannya. Dan beberapa hadist pun mendukung jikalau hak asuh anak sebaiknya jatuh kepada ibunya.

Anak-Anak Dapat Menentukan Pilihannya Mau Tinggal Dengan Siapa?

Ketika usia anak sudah mencapai yang ditentukan, anak bisa menentukan pilihan antara ingin tinggal dengan ayah atau dengan ibunya. Syarat bagar hal ini terpenuhi yaitu:

  1. Ketika hak asuh jatuh kepada salah satu pihak, maka pihak yang mendapatkan hak asuh itu tidak boleh menutup akses maupun komunikasi kepada pihak lainnya. Bila sampai melarang atau menutup akses maka pelimpahan hak asuh akan berpindah tangan.
  2. Anak itu sudah aqil. Namun bila ada kekurangan mental pada si anak, hak asuh akan tetap jatuh kepada ibu. Karena ibu dirasa lebih bisa merawat dengan kasih sayang dibandingkan seorang ayah.

Tapi bukan berarti ayah tidak bisa mendapatkan hak asuh dari seorang anak. Tentu bisa, jika ibu mengalami gannguan jiwa atau masalah-masalah lainnya hak asuh anak akan jatuh pada ayahnya.

Islam sangat menjaga ikatan sebuah keluarga, meskipun di antara seorang suami dan istri sudah tidak memiliki hubungan lagi. Perceraian merupakan sebuah perpisahan antara suami dan istri tapi perceraian bukanlah perpisahan seorang anak dengan ayah ibunya. Dapatkan penjelasan yang lebih baik dari kuasa hukum anda atau jika anda belum mempunyai kuasa hukum silahkan hubungi kami.

Leave a Reply