KANTOR HUKUM

Kantor Hukum Advokat Keluarga

Hukum Perceraian dalam Islam

Bagaimana sih hukum perceraian dalam islam? Menurut hukum di Indonesia, perceraian pasangan muslim diatur dalam perundangan khusus. Sedikit membedakannya dari pasangan non-muslim yang hendak melakukan perceraian. Namun secara umum tidaklah merepotkan karena aturan hukum dalam Islam juga menjelaskan rincian prosedur serta bagaimana nantinya kedua pihak sama-sama menerima haknya.

Aturan Hukum Perceraian Pasangan Muslim

Setiap pasangan muslim yang hendak bercerai wajib patuh pada Kompilasi Hukum Islam. Hal itu sudah diatur berdasarkan Instruksi Presiden No. 1 Tahun 1991 yang mencakup persoalan Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam. Jika dalam hukum formal negara hanya ada istilah gugat cerai, maka dalam hukum Islam ada dua hal. Yaitu Gugat Cerai dan Gugat Talak.

Di dalam Pasal 116 KHI ditegaskan soal putusnya pernikahan karena perceraian bisai disebabkan oleh talak atau adanya gugatan perceraian. Pasal 14 UU Perkawinan bersama PP 9/1975 mengatur soal cerai talak di depan pengadilan berdasarkan hukum Islam. Talak dijatuhkan oleh pihak suami sesuai dengan aturan dalam Pasal 117 KHI.

Prosedur  Gugat Talak

Suami yang hendak mengajukan gugatan talak pada istri harus melalui prosedur berdasarkan KHI tersebut. Sesuai dengan UU Perkawinan, PP 9/1975, pihak suami yang hendak menceraikan istrinya wajib mengajukan surat yang berisi pemberitahuan bahwa ia berniat menceraikan istri. Dalam surat itu juga dilampirkan sejumlah alasan yang disampaikan langsung ke Kantor Pengadilan Agama sesuai alamat domisili.

Artinya, langkah pertama adalah pelaksanaan sidang oleh Kantor Pengadilan Agama untuk mengecek surat pengajuan gugatan tersebut.

Selama kurang lebih 30 hari, pihak Kantor Pengadilan Agama mempelajari isi dari surat pemberitahuan tersebut. Setelah itu, kedua pihak yaitu suami dan istri akan dipanggil oleh pihak pengadilan demi mendapatkan penjelasan langsung yang masing-masing sudah didampingi oleh pengacara.

Berbeda juga dengan hukum perceraian menurut Negara, pasangan muslim yang berniat cerai harus menunggu dalam kurun waktu tertentu. Pasalnya, pihak Pengadilan Agama akan berupaya melakukan proses mediasi dan mendamaikan dua pihak. Pihak mediator ditunjuk langsung oleh Kantor Pengadilan Agama. Jika proses mediasi menemui jalan buntu, maka baru bisa diproses ke sidang perceraian.

Prosedur Gugat Cerai

Sementara itu, proses gugat cerai hanya bisa dilakukan oleh pihak istri. Dalam hal ini memiliki hak untuk mengajukan proses gugat cerai ke suami. Dilakukan dengan kuasa hukum lewat Pengadilan Agama yang berada di lokasi domisili. Gugatan ini dapat diproses dan diterima setelah pihak tergugat (suami) tak menyatakan sikap atau sudah tak mau kembali pulang ke rumah.

Urusan perceraian memang ribet. Tapi itulah konsekuensi yang mesti ditanggung bersama. Jadi, jangan sampai istri dan suami berpikir bahwa proses ini hanya akan melibatkan dan merepotkan satu pihak.

Justru di dalam proses ini akan kembali mengajak dua pihak untuk saling berpikir jernih. Namanya juga saat menikah kedua pihak sudah sepakat untuk melewati kehidupan bersama. Ketika berpisah pun harus memiliki kesepakatan bersama. Selain itu ada faktor lain yang sudah terlanjur mengikat seperti hak asuh anak.

Hal terakhir ini yang biasanya merepotkan. Hak asuh anak dan warisan harta memang harus diklarifikasi sampai tuntas supaya ke depannya tak akan berlarut masalahnya. Istri dan suami juga wajib mempertimbangkan ini dengan cermat dan hati-hati. Konsultasikan dulu dengan kuasa hukum. Dan lakukan mediasi dengan bantuan dari pihak Kantor Pengadilan Agama

2 Comments

Leave a Reply