KANTOR HUKUM

Kantor Hukum Advokat Keluarga

Inilah alasan – alasan cerai yang diperbolehkan dan dapat diterima di pengadilan agama

Assalamu’alaikum Wr. Wb.,

Penting bagi kalian Sob, suami atau istri yang sedang mengalami masalah dalam kehidupan rumahtangganya untuk mengetahui apa saja alasan-alasan cerai yang diperbolehkan serta dapat diterima oleh pihak pengadilan. Hal ini bertujuan agar nantinya permohonan atau gugatan cerai yang Sobat-sobat ajukan, dapat diterima oleh majelis hakim serta peluang untuk dikabulkan majelis hakim menjadi lebih terbuka lebar.

Bang Jaya terangin sedikit tentang hukum perceraian, Perceraian adalah salah satu hal yang boleh dilakukan (halal), tapi sangat dibenci oleh Allah SWT. Oleh karena hal itu, pemerintah Republik Indonesia melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan memberikan batasan-batasan alasan cerai yang diperbolehkan serta dapat diterima di Pengadilan.

Berikut ini adalah 6 alasan-alasan perceraian yang diperbolehkan menurut Pasal 19 PP No. 9 Tahun 1975 :

  1. Salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabok, pemadat, penjudi, dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan;
  2. Salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain diluar kemampuannya;
  3. Salah satu pihak mendapat hukuman penjara 5 (lima) tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung;
  4. Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak yang lain;
  5. Salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami/isteri;
  6. Antara suami dan isteri terus-menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga.

 

Jika ada satu atau lebih dari satu poin alasan cerai yang sesuai dengan kondisi rumah tangga Sobat, silahkan Sobat buat surat permohonan cerai atau surat gugatan cerai dengan menyertakan alasan tersebut. Jika sobat-sobat kesulitan untuk membuat surat gugatan, agan sista bisa menggunakan jasa Pusat Bantuan Hukum di Pengadilan Agama terkait.

Disamping keenam alasan cerai tersebut diatas, jika Sahabat merupakan seorang istri dari suami yang pada saat melangsungkan akad pernikahan suami tersebut mengucapkan shigat taklik talak, sahabati juga bisa mengajukan gugatan cerai kepada suami apabila sang suami telah melanggar shigat taklik talak yang ia ucapkan dahulu.

Shigat taklik talak sendiri dapat sobat-sobat  lihat pada buku nikah masing-masing yang mana isinya terdiri dari 4 poin sebagai berikut :

  1. Meninggalkan istri saya 2 (dua) tahun berturut-turut;
  2. Tidak memberi nafkah wajib kepadanya 3 (tiga) bulan lamanya;
  3. Menyakiti badan/jasmani istri saya; atau
  4. Membiarkan (tidak memperdulikan) istri saya 6 (enam) bulan lamanya;

Dan karena perbuatan saya tersebut istri saya tidak ridho dan mengajukan gugatan kepada Pengadilan Agama, Maka apabila gugatannya diterima oleh oleh Pengadilan Agama tersebut, kemudian istri saya membayar Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) sebagai iwadh (pengganti) kepada saya, maka jatuhlah talak saya satu kepadanya;

Khusus untuk gugatan cerai taklik talak, sebaiknya Sahabati ajukan dengan alasan sekurang-kurangnya 2 poin dari 4 poin yang disebutkan diatas. Hal ini bertujuan agar alasan cerai yang sahabat ajukan kepada hakim menjadi lebih kuat, sehingga kemungkinan untuk dikabulkan oleh majelis hakim menjadi lebih besar.

SALAM SAKINAH….!!!

Wassalamu’alaikumWr. Wb.,

Leave a Reply