KANTOR HUKUM

Kantor Hukum Advokat Keluarga

Perceraian Dalam Agama Kristen

Terjadinya sebuah pernikahan atau perceraian tentu tidak lepas dari campur tangan tuhan di dalamnya. Namun sebenarnya Tuhan hanya membantu dalam menyatukan ke dua hati calon pasangan yang akan menjalani rumah tangga dan sejujurnya melarang adanya sebuah perceraian dengan apapun alasannya. Lalu bagaimana perceraian Kristen bisa terjadi?

Pengertian Perceraian Kristen

Secara sederhana, cerai dalam Kristen dideskripsikan sebagai suatu akhir dari sebuah hubungan yang harusnya berjalan seumur hidup. Dalam Kristen, perceraian tersebut bukan mengenai putusnya atau berakhirnya hubungan antara si  dan si B saja namun juga berkaitan dengan aspek yang lebih dalam dan luas lagi dimana ada buah hati, materi, kelembagaan dari gereja, pemerintah dan yang pastinya Tuhan.semua yang dilibatkan dalam pernikahan tersebut nantinya juga harus ikut menanggung sebab dari terjadinya perceraian tersebut. Sehingga banyak aspek yang dilibatkan dalam timbulnya konflik yang berkepanjangan hingga akhirnya menuju suatu titik yang disebut dengan kehancuran baik itu disadari maupun tidak.

Bentuk Cerai dalam Kristen

Bentuk perceraian Kristen dipandang dari segi yang berbeda menjadi 2 perceraian yaitu:

  1. Cerai Mati merupakan sebuah perceraian yang terjadi karena salah satu pasangan suami istri meninggal dunia. Hal tersebut membuat ikatan hubungan suami istri harus berakhir. Salah satu pasangan suami istri yang masih hidup tidak berhak untuk tetap setia. Namun jika ada yang tetap setia meskipun pasangannya telah meninggal maka itu menjadi bukti bahwa hubungan yang disatukan Tuhan adalah hubungan yang berlandaskan cinta kasih yang suci bahkan sampai mati.
  2. Cerai Hidup merupakan sebuah perceraian yang terjadi karena sebuah ketidak cocokan antara pasangan suami istri entah karena ekonomi, perselingkuhan, percekcokan yang terus terjadi hingga kekerasan dalam rumah tangga yang biasanya digunakan sebagai alasan untuk berpisah. Sehingga Anda membutuhkan jasa dari Lawyer untuk menyelesaikan administrasinya.

Larangan Perceraian dalam Kristen

Pada dasarnya Tuhan menyatukan dua buah insan untuk menambah eratnya hubungan lain sehingga ikatan yang terjadi menghasilkan semua hal yang baik. sehingga Tuhan pun tidak menghendaki adanya perceraian. Bahkan terdapat larangan yang jelas mengenai hal tersebut. Dalam ayat-ayat juga dituliskan bahwasanya sebuah hubungan hanya bisa berakhir jika salah satu pasangan melakukan hubungan perzinahan atau selingkuh. Hanya selingkuhlah alasan sebuah perceraian menjadi diperbolehkan. Sebab orang yang melakukan sebuah perzinahan atau perselingkuhan dianggap sebagai najis.

Nah, sebagai pesan saja jika ingin mengawali sebuah hubungan tentu hal-hal yang baik lah yang menjadi dasarnya. Lantas setelah menikah apakah semua kejelekan dan keburukan tidak bisa Anda anggap indah pula. Bukankah sebuah hubungan harus saling melengkapi karena memang tidak ada hubungan atau pun orang yang sempurna. Hanya saja ada beberapa hal yang akhirnya membuat perceraian Kristen diperbolehkan yaitu perzinahan.

Leave a Reply