KANTOR HUKUM

Kantor Hukum Advokat Keluarga

Syarat Dokumen Gugatan Cerai Istri

Sebaik-baiknya pasangan menikah adalah yang bertahan sampai akhir hayat. Namun tak ada yang bisa memperkirakan guratan nasib dari sang pencipta. Sehingga gugatan cerai menjadi keputusan yang tak terelakkan. Perpisahan dalam kehidupan rumah tangga memang sangat menyakitkan. Jika situasi mengharuskan begitu, mau bagaimanapun sulit untuk dipertahankan. Posisi yang paling sering terjepit adalah sang istri yang hendak menggugat cerai. Di tengah-tengah pola pikir masyarakat yang cenderung patriarkal, seolah-olah kaum perempuan tak memiliki hak sama sekali dalam hal gugatan rumah tangga. Padahal yang anda perlu ketahui, setiap istri punya hak melakukan gugatan kepada suami. Yang jarang diketahui dan dipahami ialah bagaimana prosedur melakukan gugatan tersebut.

Syarat Mengajukan Gugatan Cerai ke Suami

Anda sebagai pihak istri yang menuntut perceraian adalah pihak penggugat. Sedangkan suami anda adalah pihak Tergugat. Pertama-tama, anda ajukan dulu surat gugatan cerai melalui pengacara yang sudah anda tunjuk dan dilakukan di Kantor Pengadilan Agama tempat domisili anda.

Bagaimana jika anda menetap di luar kota. anda harus mengajukan surat gugatan itu sesuai dengan alamat domisili di kartu identitas resmi. Kecuali jika anda sedang menetap di luar negeri, gugatan akan didaftarkan ke alamat domisili suami. Kalau anda dan suami menetap di luar negeri, pengajuan gugatan cerai mesti dilakukan di lokasi tempat di mana dulu melangsungkan pernikahan.

Sebagian besar istri yang sedang punya masalah rumah tangga dan ingin menceraikan pasangan mengalami ketakutan untuk memutuskan hal tersebut. Pasalnya, paradigma yang dominan di tengah masyarakat adalah bahwa pihak istri dalam posisi apapun tak memiliki kuasa untuk menceraikan suaminya.

Tapi bahkan dalam hukum agama misalnya Islam pun ada aturan yang memberikan hak tersebut. Persoalan gugatan cerai untuk pasangan beragama islam bisa dilihat pada Pasal 1 Bab 1 Ketentuan Umum PP No. 19/1975 yang mengatur soal Pelaksanaan UU No. 1/1974 tentang Perkawinan. Anda bisa mengandalkan pada layanan bantuan hukum dalam hal ini pengacara yang akan berwenang sebagai kuasa hukum dan memperjuangkan semua hak anda.

Anda yang hendak mengajukan gugatan cerai silahkan mempersiapkan sejumlah dokumen penting. Semua dokumen ini wajib disertakan jika hendak mengajukan surat gugatan cerai, meliputi:

  • Surat Nikah asli, dan bukan salinan.
  • 2 Lembar salinan Surat Nikah  dengan materai dan sudah dilegalisir.
  • Salinan akta kelahiran anak, dengan materai dan sudah dilegalisir.
  • Salinan Kartu Tanda Penduduk terbaru dari pihak Penggugat yaitu anda sendiri.
  • Salinan Kartu Keluarga.

Jangan lupakan juga bahwa persoalan perceraian tak hanya melibatkan perpisahan secara resmi dari pihak anda dan suami. Proses itu pastinya akan terbawa juga ke ranah kepemilikan harta masing-masing yang disengketakan. Jika anda ingin menuntut hak atas barang sebagai dampak perceraian, wajib melampirkan sejumlah dokumen penting seperti:

  • Surat Sertifikat Tanah.
  • Surat BPKB.
  • Surat STNK.
  • Kuitansi Jual Beli, dan sebagainya.

Konsekuensinya ialah menyimpan semua dokumen surat kepemilikan harta yang hendak bunda klaim saat sidang perceraian nanti. Faktanya, kebanyakan kasus perceraian menjadi kompleks karena serangkaian persoalan yang menyusulnya berupa harta gono-gini.

Setiap pasangan rumah tangga pasti tak ingin berpisah di kemudian hari. Namun jika sudah tak terelakkan, harus ada persiapan dan pelaksanaan yang tepat. Apalagi dalam kasus ini anda adalah pihak istri yang di mata kebanyakan masyarakat masih menganggap gugatan cerai dari pihak perempuan adalah hal mustahil.

2 Comments

Leave a Reply